Lintss7news.com – Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, mendukung rencana Finlandia dan Swedia bergabung jadi anggota Aliansi Pertahanan Negara Atlantik Utara (NATO).

Dukungan kuat Biden itu pun sekaligus mengabaikan sikap keras Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, yang menolak Finlandia dan Swedia bergabung bersama NATO.

Pernyataan Biden tersebut disampaikan usai menerima kunjungan pemimpin Swedia dan Finlandia di Gedung Putih, Kamis (19/5) waktu setempat.

Biden mengatakan bahwa dua negara itu sudah memenuhi syarat untuk bisa bergabung bersama NATO.
“Pasukan Finlandia dan Swedia, mereka sudah pernah bahu membahu bersama pasukan AS dan NATO di Kosovo, Afghanistan, dan di Irak,” ujar Biden.

“Finlandia dan Swedia telah berkoordinasi dengan AS dan sekutu serta partner untuk mendukung rakyat Ukraina yang pemberani,” ia melanjutkan.

Dilansir dari CNNIndonesia.com – Biden telah memerintahkan kementeriannya untuk segera mengajukan laporan tersebut kepada Kongres AS terkait persetujuan keanggotaan Finlandia dan Swedia di NATO.

Swedia dan Finlandia mendapat persetujuan resmi dari AS jika mendapat suara dua per tiga dari Senat.


Sementara itu, Presiden Finlandia, Sauli Niinisto, mengungkapkan harapannya kepada Biden terkait reancana keanggotan negaranya di NATO.

“Perang Rusia di Ukraina telah mengubah keamanan Eropa dan sekitarnya. Finlandia akan maju untuk keanggotaan NATO bukan hanya untuk keamanan negara, tetapi juga untuk keamanan trans-atlantik,” kata Niinisto.

Turki menjadi satu-satunya anggota NATO yang resmi menyatakan penolakan Finlandia dan Swedia gabung ke aliansi pertahanan itu.

Presiden Recep Tayyip Erdogan bahkan menegaskan sekali lagi tak akan mengubah sikap menolak dua negara itu gabung bersama NATO.

“Kami akan tetap menerapkan kebijakan kami dengan cara yang pasti. Kami telah mengatakan kepada sekutu bahwa kami tetap akan menolak keanggotaan Finlandia dan Swedia. Dan itu akan tetap seperti itu,” kata Erdogan dalam sebuah video yang diunggah di akun Twitternya Kamis (19/5).

Erdogan sekali lagi membeberkan alasan Turki menolak keras Helsinki dan Stockholm masuk NATO. Menurutnya, kedua negara menampung dan membiayai “teroris” hingga memasok mereka dengan senjata.

“NATO adalah aliansi keamanan dan kami tidak dapat menerima teroris berada di dalamnya,” ucap Erdogan.

(CNNIndonesia/NB)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.