Lintas7News.com – Sakit kepala sebenarnya bukan gejala baru Covid-19 varian Omicron. CDC mencatat sakit kepala sebagai salah satu gejala yang kerap dialami pasien Covid-19 selain demam, batuk, sesak napas, kelelahan, nyeri otot, anosmia, sakit tenggorokan, pilek, mual dan muntah, serta diare.

“Perkiraan umum adalah bahwa tubuh Anda mengalami reaksi peradangan melawan virus. Sakit kepala bersama dengan kelelahan, demam dan tanda-tanda lainnya adalah bagian dari kompleks gejala peradangan itu,” jelas William Schaffner, spesialis penyakit menular dan profesor di Vanderbilt University School of Medicine, mengutip dari Prevention.

Dilansir dari CNNIndonesia.com – Omicron fokus menyerang saluran pernapasan atas, termasuk sinus. Sakit kepala, kata dia, umumnya timbul bersamaan dengan inflamasi di area sinus.

Seperti apa sakit kepala akibat Omicron? Berikut ciri-cirinya.

A. Terasa di kepala area depan

Sakit kepala merupakan istilah yang cukup luas sebab bisa berkisar antara sakit ringan sampai migrain parah. Menurut Schaffner, sakit kepala Omicron “lebih cenderung ke area depan kepala”, yang berarti Anda bisa merasakannya di area dahi.

Russo menambahkan Anda bisa saja merasakan sakit ketika menekan sinus di dahi dan tulang pipi.

B. Intensitas sedang hingga berat

Sakit kepala Omicron memiliki intensitas mulai dari sedang hingga berat. Melansir dari Times of India, sakit kepala punya sensasi seperti berdenyut, menekan atau menusuk. Sensasi ini jarang terjadi pada kasus sakit kepala pada umumnya.

C. Bisa berlangsung beberapa hari

Sakit kepala dengan intensitas sedang hingga berat jelas sangat mengganggu. Anda bisa mengatasinya dengan mengonsumsi obat sakit kepala atau painkiller. Namun sakit kepala Omicron bisa berlangsung sampai tiga hari meski Anda sudah mengonsumsi obat.

D. Sakit kepala bisa lebih buruk jika ada infeksi sinus

Seperti yang dijelaskan Russo, sakit kepala bukan hal aneh jika dikaitkan dengan inflamasi. Varian Omicron cenderung menyerang saluran pernapasan atas, berbeda dengan varian Delta yang banyak menyerang saluran pernapasan bawah.

Saluran pernapasan atas termasuk area sinus atau rongga kecil berisi udara di struktur tulang wajah. Jika Anda mengalami infeksi sinus, sakit kepala bisa terasa lebih menyakitkan.

(CNNIndonesia/RI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.