Jakarta, Lintas7News.com – Youtuber Deddy Corbuzier membantah klaim survei Panel Survei Indonesia (PSI) sebanyak 76,7 persen terkait kinerja Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam penanganan kasus pembunuhan Brigadir J.

Deddy Corbuzier mengunggah hasil surveinya di YouTube dengan hasil 48 ribu responden. Dalam survei Deddy menanyakan perihal tingkat kepercayaan publik terhadap rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J.

Hasilnya, hanya ada 3 persen responden yang percaya, 34 persen tidak percaya, dan sisanya sebanyak 64 persen menyatakan malas urus soal isu Sambo.

Unggahan Perbandingan Survei PSI vs Deddy Corbuzier (Instagram @mastercorbuzier)

“Ya namanya juga survey semua beda hasil itu biasa. Cuman survey saya dari 48 ribu orang. Survey mereka berapa orang. Sampai saat ini kita masih berusaha mengundang pihak kepolisian mengenai masalah FS sampai Bjorka. Tidak ada jawaban, biasanya cepet.” tulis Deddy dalam unggahan akun Instagram @mastercorbuzier dikutip Lintas7News.com, Jumat (16/9/2022).

Deddy menambahkan bahwa dirinya akan segera mengundang Ahmad Sahroni dan Hotman Paris yang sebelumnya hampir membela FS, namun akhirnya menolak.

Hasil Survei Deddy Corbuzier Melalui Kanal YouTube Deddy Corbuzier

PSI klaim 76,7 persen responden puas dengan kinerja Polri dalam penanganan kasus Brigadir J

Dilansir dari IDN Times, Yuswiryanto selaku koordinator PSI mengatakan sebanyak 76,7 persen responden puas dengan kinerja Polri dalam penanganan kasus pembunuhan Brigadir J.

“Terkait kasus terbunuhnya Brigadir J yang menjadi pembicaraan di publik, opini masyarakat yang ditangkap dari hasil survei didapati sebanyak 76,7 persen responden puas dengan kinerja Polri dalam membongkar kasus terbunuhnya Brigadir J. Sebanyak 17,1 persen tidak puas, dan 6,2 persen tidak menjawab,” kata Yuswiryanto dalam keterangan tertulisnya Jumat (16/9/2022).

  • Survei PSI hanya libatkan 1.580 orang

Dalam survei PSI, sebanyak 1.580 Warga Negara Indonesia (WNI) usia 17 tahun di 302 Kota/Kabupaten pada 34 Provinsi sebagai responden. Penjarinfan responden melalui metode multistage random sampling yang memiliki tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dengan margin error 2,48 persen.

Selain itu untuk mendapatkan data penelitian menggunakan metode wawancara tatap muka menggunakan kuesioner 1.150 WNI dan saluran telepon seluler dengan 430 WNI.

  • Fuadil Ulum mendukung transparasi kasus Brigadir J

Peneliti Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia, Fuadil Ulum, mendukung Polri dan Kejaksaan dalam menindak Ferdy Sambo dalam membongkar kasus ini.

“Kalau mendukung transparasi di Polri dan Kejaksaan tentu. Ini menyangkut semangat reformasi dan penegakan hukum kita. Lembaga negara kita harus berjalan dengan transparan dan akuntabel,” ungkap Fuadil.

Dirinya menambahkan terkait survei yang disampaikan PSI sudah bekerja dengan transparan dan terbuka dalam menuntaskan kasus pembunuhan Brigadir J.

(oas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.