Lintas7news.com – Satelit baru Iran yang baru diluncurkan beberapa hari lalu diklaim mampu membawa ancaman baru bagi Israel dan Amerika Serikat.

Ini disebabkan karena satelit itu memiliki kemampuan memantau situs sensitif di suatu negara, pun mengambil gambar objek di darat dengan resolusi tinggi.

“Sejauh menyangkut Iran, ini merupakan perkembangan yang dramatis. Untuk pertama kalinya seorang warga Iran memiliki dan mengoperasikan satelit dengan gambar beresolusi tinggi, jauh lebih baik dari yang mereka miliki sekarang,” ujar seorang peneliti senior di Aliansi Advokasi Pertahanan Rudal, Tal Inbar, kepada The New York Times.

Inbar juga menuturkan bahwa kemampuan penggambaran satelit itu bakal membawa tantangan signifikan ke Israel.

“Mulai sekarang, Iran akan bisa mendapatkan informasi intelijen yang jauh lebih akurat terkait operasi militer pasukannya, pun organisasi yang mereka dukung,” katanya.

“Ini menjadi penting karena mengurangi kesenjangan teknologi antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat,” kata Inbar lagi.

Sebagaimana diberitakan satelit Iran diluncurkan oleh Rusia dari Kazakhstan pada Selasa (9/8).

Satelit itu disebut sebagai Khayyam, diluncurkan ke luar angkasa menggunakan roket Soyuz-2.1b.

AS menuduh kerja sama antara Rusia dan Iran dalam peluncuran satelit ini merupakan ancaman yang berbahaya.

“Kami menemukan laporan bahwa Rusia meluncurkan sebuah satelit dengan kemampuan pengawasan signifikan untuk kepentingan Iran,” kata seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri AS.

Namun, kepala Badan Luar Angkasa Iran, Hassan Salarieh, mengatakan bahwa tuduhan pengawasan itu sangat ‘kekanakan.’

“Terkadang, beberapa komentar dimaksudkan untuk meningkatkan tensi, mengklaim bahwa kami ingin memata-matai dengan satelit Khayyam, itu pada dasarnya kekanak-kanakan,” kata Salarieh.

Ia lalu berkata, “Satelit Khayyam seluruhnya didesain dan dibangun untuk memenuhi kebutuhan negara di tengah krisis dan manajemen kota, sumber daya alam, pertambangan, agrikultur, dan sebagainya.”

Dilansir dari CNNIndonesia.com – Sebelum peluncuran, muncul kabar kemungkinan Rusia bakal meminjam satelit Iran untuk meningkatkan pengawasan mereka akan target militer di Ukraina.

Pekan lalu, The Washington Post melaporkan bahwa Rusia berencana menggunakan satelit itu selama beberapa bulan untuk membantu perang di Ukraina, sebelum menyerahkan kendalinya ke Iran. Kabar ini disampaikan oleh sejumlah pejabat intelijen Barat.

(CNNIndonesia/RI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.