Lintas7news.com – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengklaim 3 juta vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sudah masuk ke Indonesia.
“Sekarang kami punya vaksin sudah 3 juta, sudah di Jakarta. Sudah ditaruh di Bogor,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Kesehatan (Kementan).

Ia menyebut vaksin-vaksin PMK tersebut sudah mulai didistribusikan. “Ini terus jalan sudah ada di semua tempat, terutamanya di kantong-kantong isolasi,” imbuhnya.

Adapun saat ini sudah ada 800 ribu vaksin yang sudah disuntikkan pada hewan ternak.

Sebelumnya, Kementan tengah menyiapkan pengadaan 3 juta dosis vaksin guna mengendalikan wabah PMK.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri menyebutkan vaksin ini akan masuk ke dalam negeri secara bertahap.

“Pemerintah akan mempersiapkan anggaran untuk mengadakan 3 juta dosis vaksin PMK,” ujarnya.

Saat itu, vaksin yang baru masuk di tahap pertama ke dalam negeri baru mencapai 800 ribu vaksin. Vaksin yang sudah tiba ini akan langsung disuntikkan kepada hewan ternak yang terinfeksi PMK.

Dilansir dari CNNIndonesia.com – Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) menyebutkan anggaran untuk 800 ribu dosis vaksin ini diambil dari refocusing anggaran di unit eselonnya sebesar Rp80,78 miliar.

“800 ribu dosis (anggarannya) diambil dari refocusing anggaran Rp80 miliar. Ini termasuk untuk obat-obatan dan operasionalnya,” jelasnya.

Sedangkan sisa anggaran untuk pengadaan 2,2 juta dosis vaksin sekitar Rp100 miliar akan dilakukan refocusing dari unit eselon satu lainnya di Kementan.

Namun, untuk proses ini masih dalam pembahasan dengan Kementerian Keuangan untuk mendapatkan persetujuan. “Kalau yang Rp100 belum (disetujui Kemenkeu) pak. Kan yang Rp100 ini baru kemarin di RPD (rapat dengar pendapat) kita putuskan pak,” tegasnya.

(CNNIndonesia/NB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.