Lintas7news.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan permukiman warga menjadi penghambat pembangunan tanggul laut di pesisir utara Ibu Kota.
Riza mengaku pihaknya bakal meningkatkan sosialisasi kepada warga tentang bahaya banjir rob jika pemerintah tak segera membangun tanggul laut tersebut.

“Memang hambatannya warga sendiri, umumnya ada di sekitaran, di permukiman padat warga, tetapi akan kita upayakan dan disosialisasikan memberi tahu kepada warga bahwa banjir rob itu berbahaya,” ujar Riza kepada wartawan, Senin (20/6).

Dilansir dari CNNIndonesia.com – Politikus Partai Gerindra menyebut salah satu opsi Pemprov DKI untuk mempercepat pembangunan tanggul dengan merelokasi warga sekitar proyek tersebut.

“Ya memang pada akhirnya jika tanggulnya yang mengenai rumah warga, salah satunya ya direlokasi warganya sendiri,” ujarnya.

Riza mengatakan banjir rob menjadi ancaman. Menurutnya, intensitas banjir rob di pesisir utara Jakarta terus meningkat saat ini dampak perubahan iklim.

Pihaknya terus bekerja sama dengan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam pembangunan tanggul.

“DKI kan bekerja sama dengan SDA dan PUPR, sudah dibagi tugas seberapa banyak PUPR dan SDA, kita sama-sama lah,” ujarnya.

Sebagai informasi, total pembangunan tanggul pantai di pesisir utara Jakarta baru mencapai 12,6 kilometer. Rencananya tanggul pantai raksasa akan dibangun sepanjang 130 km dari Kamal Muara hingga Kali Blencong.

Kawasan pesisir Jakarta menjadi salah satu wilayah yang langganan diterjang banjir rob. Beberapa waktu lalu, banjir rob juga sempat melanda pelbagai wilayah di Jakarta Utara.

(CNNIndonesia/NB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.