Lintas7News.com – Beberapa media asing menyoroti keberhasilan Sultan Gustaf Al Ghozali mendadak tajir dengan cuan hingga Rp1,5 miliar dari menjual foto selfie di NFT.

Straits Times mengangkat kisah Ghozali dalam artikelnya yang berjudul ‘Selfie Pelajar Indonesia Hasilkan US$1 Juta dalam Penjualan NFT.’

Di artikel ini, Straits Times menyoroti kisah Ghozali yang bisa mendapatkan uang hingga miliaran rupiah dari platform NFT.

“Sultan Gustaf Al Ghozali, yang mempelajari ilmu komputer di sebuah universitas di pusat kota Semarang, telah mengambil foto diri duduk di depan komputer hampir setiap hari selama lima tahun,” artikel Straits Times.

“Ia berencana menggunakan koleksi hampir 1.000 fotoselfie untuk membuat videotimelapse untuk hari kelulusannya,” lanjutnya.

Selain Straits Times, Channel News Asia juga mengangkat kisah Ghozali. Media ini menyinggung kehidupan Ghozali setelah berhasil menjadi tokoh sensasional di Indonesia karena meraup miliaran rupiah dari menjual foto selfie.

Dari asetnya senilai miliaran rupiah dalam bentuk Etherium (ETH), Ghozali baru mencairkan ke dalam bentuk uang sebesar Rp39 juta.

Media asing asal Filipina, Philstar; media Prancis, AFP; media Amerika Serikat, Vice; media India, NDTV; dan surat kabar Inggris, Daily Mail, juga ikut memberitakan kesuksesan Ghozali ini.

Ghozali menjadi tokoh yang diperbincangkan di Indonesia karena berhasil mendapatkan miliaran rupiah dari menjual foto selfie.

Foto selfie tersebut ia jual dalam platform OpenSea dengan bentuk non-fungible token (NFT). OpenSea merupakan lokapasar atau marketplace NFT terbesar di dunia.

Dilansir dari CNNIndonesia.com – Ghozali menyebut sejak awal ia mematok fotonya seharga US$3. Ia mengira fotonya tak akan dibeli oleh seorang pun.

Namun, kini foto selfie Ghozali menjadi semakin mahal berkat popularitasnya. Harga termurah untuk foto selfie milik Ghozali saat ini bahkan mencapai 0,3 ETH (Rp14 juta).

(CNNIndonesia/RI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.