Lintas7News.com – Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto menjadi salah satu calon presiden (capres) potensial pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Prabowo memiliki elektabilitas hampir selalu tertinggi di beberapa hasil survei, namun terlihat paling jarang tampil di publik meski calon potensial lainnya telah mulai bergerak.

Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai, Prabowo yang kini menjabat Menteri Pertahanan, memang kurang mahir dalam memoles diri atau melakukan pencitraan dibandingkan calon potensial lainnya.

“Prestasi sebagai Menhan yang mesti ditonjolkan ke publik. Kinerja-kinerja bagusnya di Kemenhan,” ucapnya saat dihubungi pada Rabu (29/12).

Sebagai Menhan, Prabowo tergolong jarang membuat pernyataan publik meski kerjanya sebagai pembantu Presiden Joko Widodo dapat terlihat melalui media sosial kementerian yang dipimpinnya.

Kerja yang selama ini terlihat menonjol dilakukan Prabowo adalah kegiatan diplomasinya kepada petinggi negara lain, seperti Prancis, Amerika Serikat, Italia, Inggris. Diplomasi dilakukan Prabowo dalam rangka kerja sama pertahanan dan pengadaan alutsista canggih yang dibidik oleh Indonesia seperti pesawat tempur Rafale dan F-15 EX, fregat Arrowhead 140, serta kapal selam Scorpene.

Terkait pencapresan, Prabowo pun sejauh ini belum buka suara meski kader partainya telah menyatakan dukungan agar mantan Danjen Kopassus itu maju dalam Pilpres 2024.

Meski demikian, Ujang mengakui bahwa modal elektabilitas Prabowo sendiri memang sudah tinggi karena pernah menjadi kandidat dalam pemilu sebelum-sebelumnya.

Adapun Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini berkeyakinan, Prabowo akan intensif kembali muncul kepada publik bila saatnya tiba nanti.

“Pilpres ibarat lari maraton, akan melalui rute yang panjang. Jadi, perlu strategi tertentu untuk bisa masuk finish dan keluar sebagai juara.”

“Dalam pilres juga sama, perlu strategi khusus. Dari mulai start perlu lari kencang, lalu lari pelan-pelan, atur nafas, lari lagi agar bisa sampai menang,” sambungnya.

Dalam survei teranyar bulan Desember ini, elektabilitas Prabowo masih berada di puncak.

Dilansir dari CNNIndonesia.com – Survei lembaga Saiful Mujani Research dan Consulting (SMRC) yang dirilis pada Selasa (28/12) menempatkan Prabowo di urutan pertama dengan elektabilitas tertinggi sebesar 22,7 persen.

Di bawah Prabowo ada Gubernur Jawa Tengah Ganjar 22,5 persen dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 15,2 persen.

Adapun hasil survei Kelompok Kajian dan Diskusi Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) yang dirilis pada Minggu (19/12) menunjukkan Prabowo menempati elektabilitas yang jauh di urutan tertinggi sebagai capres potensial di 2024 ketimbang calon lainnya dengan perolehan angka 23,9 persen.

Sementara, Ganjar berada di urutan kedua dengan raihan angka 16,4 persen dan Anies 12,5 persen di urutan ketiga.

Survei lainnya yang dirilis Indikator Politik Indonesia pada Minggu (5/12) menunjukkan elektabilitas Prabowo teratas dengan raihan angka 23,7 persen.

Sementara, Ganjar berada pada urutan kedua dengan 20,9 persen dan Anies di urutan ketiga dengan 15,1 persen.

(CNNIndonesia/RI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.