Lintas7News.com – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) atau Alfamart mengatakan hingga saat ini belum menerima panggilan dari kepolisian terkait pelaporan dua direktur perusahaan atas dugaan penipuan dan penggelapan.

“Belum (ada pemanggilan polisi),” ungkap Corporate Communication GM Sumber Alfaria Trijaya Nur Rahman, Rabu (4/8).

Menurut Nur, pihak kepolisian juga belum ada tanggapan terkait pelaporan dua direktur Sumber Alfaria Trijaya atas dugaan penipuan dan penggelapan tersebut.

“Polisi juga belum ada tanggapan,” imbuh Nur.

Ia memastikan operasional sejauh ini masih berjalan normal. Tak ada perubahan sejak pelaporan kepada dua direktur perusahaan sampai saat ini.

“Iya (operasional masih berjalan seperti biasanya),” kata Nur.

Dilansir dari CNNIndonesia.com – Sebelumnya, penerima waralaba (franchisee) bernama Ihlen Yeremia Manurung melaporkan dua direktur Sumber Alfaria Trijaya ke pihak kepolisian terkait dugaan penipuan dan penggelapan.

“Kami melaporkan pihak PT SAT ke Polda Metro Jaya pada 6 Juni 2021 atas dugaan adanya penipuan dan penggelapan,” kata Jimmy Manurung selaku kuasa hukum Ihlen.

Jimmy menjelaskan dugaan penipuan dan penggelapan ini bermula saat CV Andalus Makmur Indonesia yang diwakili kliennya membeli hak usaha waralaba Alfamart pada periode 19 September 2013 hingga 19 September 2018 lalu.

Setelah hak usaha berakhir pada 14 Februari 2019, Sumber Alfaria Trijaya mengirimkan surat tagihan sebesar Rp66 juta kepada pihak pelapor.

Merespons surat tagihan itu, kata Jimmy, kliennya lantas mendatangi kantor Sumber Alfaria Trijaya untuk meminta penjelasan.

“Namun, klien kami mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dengan diusir dari kantor,” ucap Jimmy.

Beberapa waktu kemudian, Sumber Alfaria Trijaya mengundang kliennya ke kantor dan menghapus tagihan tersebut. Selain itu, Sumber Alfaria Trijaya juga menggantinya dengan memberikan tambahan keuntungan sejumlah Rp19 juta.

Jimmy menyebut kliennya dan Sumber Alfaria Trijaya sempat beberapa kali melakukan pertemuan. Bahkan, kliennya sempat ditawarkan uang Rp350 juta untuk mengganti kerugian.

Namun, Jimmy mengatakan kliennya menginginkan ada transparansi laporan keuangan dari Sumber Alfaria Trijaya. Hanya saja, tak pernah ada titik temu antara kliennya dan Sumber Alfaria Trijaya.

(CNNIndonesia/RI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.