Lintas7News.com – Memasukkan sesuatu ke dalam lubang tubuh dengan sengaja saat berpuasa merupakan hal yang dapat membatalkan puasa. Lalu, bagaimana dengan hukum mengupil saat puasa dan hukum memasukkan sesuatu ke hidung saat puasa?

Mengupil atau mengambil kotoran di hidung saat berpuasa sering kali diperdebatkan. Pasalnya, mengupil dilakukan dengan memasukkan tangan ke dalam lubang hidung. Sehingga timbul pertanyaan, apakah mengupil dapat membatalkan puasa?

Dilansir dari CNNIndonesia.com – Ustaz Wahyul Afif Al Ghofiqi menjelaskan terdapat beberapa hukum berkaitan dengan mengupil dan memasukkan sesuatu ke dalam mulut saat berpuasa.

Hukum mengupil saat puasa tidak membatalkan puasa jika membersihkan kotoran hidung tidak sampai ke rongga yang dalam atau hanya di rongga hidung bagian luar.

“Jadi, kalau sekadar masih terjangkau dengan tangan, itu tidak membatalkan puasa kecuali pakai alat,” tutur Wahyul.

Mengupil atau memasukkan sesuatu ke dalam hidung dapat membatalkan puasa jika dilakukan sampai ke rongga hidung yang paling dalam atau disebut dengan jauf. Hukum ini juga berlaku saat memasukkan benda tertentu ke dalam rongga hidung bagian dalam.

“Pakai alat yang masuk rongga yang jauh itu membatalkan puasa,” kata Wahyul.

Oleh karena itu, sebaiknya memasukkan alat hingga rongga hidung bagian dalam dapat dilakukan setelah menyelesaikan ibadah puasa atau setelah berbuka.

Batasan-batasan memasukkan benda ke dalam lubang hidung yakni hingga pangkal insang atau yang sejajar dengan mata. Sedangkan batasan memasukkan benda ke dalam mulut adalah tenggorokan. Sementara batasan di telinga yakni rongga luar telinga.

Untuk tes swab Covid-19, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan hukum rapid test antigen dan Polymerase Chain Reaction (PCR) tidak membatalkan ibadah puasa, sehingga dapat dilakukan di siang hari.

Puasa juga batal jika dengan sengaja memasukkan makanan atau minuman ke dalam hidung. Misalnya, dengan sengaja menghirup air ke dalam hidung saat mandi atau berwudu.

Sejumlah ulama juga menyarankan untuk berhati-hati saat ber-istinsyaq atau memasukkan air ke dalam hidung untuk membersihkan kotoran. Hal ini untuk mencegah masuknya air ke dalam tubuh.

Itulah hukum mengupil saat puasa dan hukum memasukkan sesuatu ke dalam hidung saat berpuasa. Ketika berpuasa, hindari hal-hal yang dapat membatalkan puasa dan juga mengurangi nilai puasa.

(CNNIndonesia/RI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.