BERLIN – Jermanmengaku khawatir bahwa pembunuhan fisikawan nuklir Iran, Mohsen Fakhrizadeh dapat meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah. Fakhrizadeh tewas dalam serangan yang ditargetkan oleh sekelompok orang bersenjata menggunakan bahan peledak dan tembakan senapan mesin pada Jumat, di luar Ibu Kota Teheran.

Di lansir dari sindonews.com (29/11/2020). “Kami sangat prihatin dengan laporan dari Iran bahwa Mohsen Fakhrizadeh tewas dalam serangan itu. Kami belum memiliki informasi sendiri tentang insiden tersebut,” kata Kementerian Luar Negeri Jerman.

“Namun, sudah jelas bahwa pembunuhan Mohsen Fakhrizadeh akan kembali memperburuk situasi di wilayah tersebut, pada saat kita tidak membutuhkan eskalasi seperti itu,” sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (29/11).

Kementerian itu kemudian mencatat pentingnya menjaga saluran komunikasi dengan Teheran beberapa minggu sebelum pergantian kekuasaan di Washington untuk menyelesaikan masalah program nuklir Iran melalui dialog.

“Oleh karena itu, kami mendesak semua peserta untuk menahan diri dari setiap langkah yang dapat menyebabkan eskalasi situasi lebih lanjut,” ujarnya.

Seperti diketahui, Fakhrizadeh awalnya terluka parah ketika penyerang menembaki mobil yang dinaikinya. Para penyerang juga baku tembak dengan pengawal ilmuwan tersebut.

Pria berusia 59 tahun, yang mengepalai organisasi penelitian dan inovasi Kementerian Pertahanan, kemudian meninggal setelah petugas medis gagal untuk menyelamatkannya.

Penasihat militer untuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Hossein Dehghan, kemudian bersumpah bahwa Teheran akan menyerang balik para pembunuh Fakhrizadeh. Namun, dia tidak menyebutkan siapa atau pihak mana yang akan diserang balik tersebut.(*).