Jakarta – India kembali memblokir puluhan aplikasi besar asal China. Pemblokiran tersebut kembali memicu ketegangan antara dua negara tersebut yang sebelumnya sudah sempat mereda.

Seperti yang dilansir dari CNNIndonesia.com China mengaku prihatin dengan dengan langkah yang disebut India untuk menegakkan keamanan nasional. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian menyebut tindakan India melanggar aturan perdagangan bebas.

“Metode yang relevan jelas melanggar prinsip pasar dan pedoman WTO, dan sangat merugikan hak dan kepentingan hukum perusahaan China,” kata Zhao Lijian dalam jumpa pers rutin di Beijing, Rabu (25/11).

Menurut dia, tindakan India juga telah mendsikriminasi perusahaan-perusahaan China.

“India harus segera memperbaiki metode diskriminatif ini untuk menghindari kehancuran yang lebih besar pada kerja sama bilateral,” katanya.

Hubungan China dan India memburuk setelah mereka terlibat bentrokan mematikan di perbatasan Himalaya pada Juni lalu. Insiden tersebut menewaskan 20 tentara India, sementara China tidak merilis jumlah korban.

India pada Selasa (24/11) mengumumkan memblokir 43 aplikasi asal China, salah satunya e-Commerce AliExpress milik raksasa e-commerce Alibaba Group. Selain AliExpress, situs streaming Taobao Live, dan aplikasi tempat pencari kerja DingTalk juga masuk daftar aplikasi yang diblokir.

Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India mengatakan tindakan ini diambil berdasarkan masukan terkait keterlibatan aplikasi ini dalam aktivitas yang merugikan kedaulatan dan integritas, pertahanan, keamanan negara dan ketertiban umum.

India hingga kini telah melarang lebih dari 200 aplikasi termasuk platform video TikTok yang sangat populer. India bahkan pernah meminta seluruh personel tentara angkatan darat mereka untuk menghapus 89 aplikasi di ponsel, termasuk PUBG, Facebook, Instagram, Reddit, dan Tinder.

Pelarangan ini dilakukan dengan dalih masalah keamanan siber. Daftar 89 aplikasi ini termasuk 59 aplikasi asal China yang dilarang pemerintah India pada minggu lalu.

Personel Angkatan Darat India diberikan batas waktu hingga 15 Juli untuk menghapus 89 aplikasi tersebut. Seorang tentara mengatakan langkah ini diambil untuk mencegah operasi lembaga intelijen dari China dari Pakistan.

Sebelumnya, pada Januari lalu, Angkatan Laut India melarang penggunaan ponsel pintar dan aplikasi media sosial di pangkalan dan kapal Angkatan Laut.

Sentimen anti-China terus meningkat di India sejak bentrokan itu dan memicu seruan untuk memboikot barang dari Negeri Tirai Bambu.

(CNN/ZA)