TULUNGAGUNG – Banyaknya situs bersejarah di Kabupaten Tulungagung membuat Pemkab Tulungagung tergerak untuk menjadikan tempat-tempat tersebut menjadi Geopark Nasional. Pasalnya, hal itu ditujukan agar keamanan situs-situs tersebut bisa dijaga dengan benar agar terhindar dari tangan-tangan jahil masyarakat.

Di lansir dari Suryaradio.com (12/11/2020) Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo menyebut, salah satu tempat yang memiliki potensi situs untuk dijadikan Geopark Nasional seperti situs manusia purba wajakeksis. Tak hanya itu, menurutnya masih banyak situs pendukung lainnya yang memang perlu untuk disatukan memalui program Geopark Nasional yang diusulkannya itu.

“Kami sudah usulkan ke pusat. Makanya kami adakan seminar Tulungagung menuju Geopark Nasional ini bertujuan untuk mengsingkronisasikan semua pihak agar usulan ini bisa diterima. Jadi kedepannya mohon situs-situs yang kita miliki sekarang dijaga. Karena mahal nilainya,” jelas Maryoto Birowo, Kamis (12/11).

Menurutnya, pihaknya optimis pemerintah pusat mau mewujudkan usulan Pemkab Tulungagung untuk menjadikan beberapa tempat di Tulungagung menjadi Geopark Nasional. Mengingat berbagai sarana pada tempat-tempat tersebut juga sudah tersedia. Menurut Maryoto, nantinya kawasan yang direncanakan untuk dikembangkan menjadi Geopark Nasional, yakni di Kecamatan Tanggunggunung, dan Kecamatan Boyolangu. Tak hanya itu, nantinya pihaknya juga akan menata Museum Wajakensis yang terletak di desa Gedangsewu Kecamatan Boyolangu. Mengingat museum tersebut menyimpan benda-benda prasejarah peninggalan zaman purba.

“Nantinya ketiga titik tersebut akan saling menyambung, saling terhubung satu sama lainnya. Karena ketiga titik itu merupakan situs bersejarah purbakala. Ditambah lagi saat ini sarana dan prasana seperti tempat dan aksesnya juga sudah ada dan mudah,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tulungagung, Maryani mengungkapkan. Sebenarnya terdapat 27 titik lokasi yang akan diusulkan menjadi Geopark Nasional. Namun menurutnya, tidak bisa serta merta usulan tersebut langsung diterima pemerintah pusat. Pasalnya, usai usulan tersebut diberikan ke pemerintah pusat, barulah akan dilakukan peninjauan serta penilaian apakah tempat tersebut layak untuk dijadikan Geopark Nasional.

“Di Tulungagung itu banyak sekali situs-situs seperti wajak kensis, dan itu sangat luar biasa. Makanya bagi kami sangat perlu untuk dibawa ke nasional bahkan hingga Internasional,” ungkap Maryani.

Lanjut Maryani, nantinya tambang marmer di kota Tulungagung juga diusukkan menjadi Geopark mengingat di daerah lain tidak ada tambang marmer. Tak hanya itu, dikarenakan sebagian besar lokasi yang diusulkan menjadi geopark juga bersinggungan langsung dengan pertambangan marmer turut membuatnya menjadi alasan diusulkannya tambang marmer di Tulungagung untuk menjadi Geopark Nasional.

“Di Tulungagung juga ada usia marmer tertua. Nah itukan juga termasuk benda purbakala dan wajib dijaga. Tetapi nantinya tidak langsung ditutup tambangnya,” jelasnya.

Kendati demikian, menurut Maryani, ditargetkan pada bulan Desember, Tim dari pusat sudah turun ke lapangan untuk melakukan peninjauan serta penilaian. Barulah pada tahun 2021 mendatang, akan ada tindak lanjut dari penilaian kelayakan
Geopark Tulungagung.

“Alurnya setelah ini kami kirim naskah akademiknya ke pusat dengan rekomendasi Gubernur. Baru tim dari pusat akan langsung turun ke lapangan untuk meninjau lokasi Geopark Tulungagung,” pungkasnya.(*)