YEREVAN – Di tengah situasi militer saat ini, otoritas Armenia sedang mempertimbangkan rencana untuk mengakui kemerdekaan Nagorno-Karabakh.

Hal itu diungkapkan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan mengatakan pada konferensi pers dengan media Rusia.

“Ya, masalah mengakui kemerdekaan Nagorno-Karabakh ada dalam agenda kami. Ada juga kemungkinan membentuk aliansi militer dan politik dengan Karabakh,” kata Pashinyan seperti dikutip dari sindonews.com, rabu (30/9/2020).

Sebelumnya pertempuran sengit meletus Minggu di wilayah yang terletak di Azerbaijan itu, tetapi telah di bawah kendali pasukan etnis Armenia yang didukung oleh pemerintah Yerevan sejak 1994 pada akhir perang separatis.

Pertempuran itu adalah yang terberat yang pernah terlihat dalam konflik kedua negara sejak 2016 dan terjadi di tengah-tengah sidang umum tahunan PBB. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan perang antara dua negara bekas republik Soviet.

Baik Armenia maupun Azerbaijan – yang telah memobilisasi lebih banyak tentara dan mengumumkan darurat militer di beberapa daerah – saling menyalahkan karena memulai pertempuran.

Ada kekhawatiran yang berkembang bahwa negara lain mungkin terlibat langsung dalam konflik di kawasan strategis Kaukasus itu.

Turki telah secara terbuka mendukung Azerbaijan, sementara Rusia – yang memiliki pangkalan militer di Armenia – telah menyerukan gencatan senjata segera.(*)